Perbedaan Antara Hubungan Sehat & Hubungan Toxic
Tahukah kamu toxic relationship? Toxic relationship adalah kondisi suatu hubungan yang berkaitan dengan area negatif, hal ini membuat kedua atau salah satunya tersakiti sehingga berujung pada hubungan yang tidak bahagia.
Ada hal yang perlu kamu ketahui dalam sebuah hubungan, baik itu hubungan asmara maupun hubungan antara kamu dengan orang disekitarmu. Kamu perlu memahami apakah hubungan kamu dengannya termasuk hubungan yang sehat atau justru hubungan yang toxic.
1. Pertama
Dalam hubungan sehat dia akan menghargai sejatinya dirimu. Maksudnya, dia akan menerima apa adanya dirimu, dia mampu menghargaimu begitu adanya serta tidak memintamu untuk muluk-muluk berubah menjadi seperti yang dia inginkan.
Sementara dalam hubungan toxic dia akan mencoba mengubahmu menjadi apa yang dia inginkan, mencoba mengubah karakter bawaan dirimu atau penampilanmu menjadi cantik menurut dirinya. Bukankah yang seperti itu seolah memberikan kesan bahwa dia tidak bisa menerimamu dengan apa adanya dirimu?
2. Kedua
Hubungan yang sehat dia akan mengerti bahwa dalam suatu hubungan akan ada unsur pengorbanan. Baik itu pengorbanan perasaan seperti mau mencoba mengerti dan memahami, pengorbanan waktu, tenaga, pikiran maupun keuangan serta tahu batasannya. Dalam hubungan apapun pasti akan selalu begitu, akan ada unsur pengorbanan antara keduanya.
Jika hubungan toxic justru dia hanya menuntut untuk dimengerti, seperti kamu saja yang mengorbankan perasaanmu untuknya sementara dia seolah tak mau tahu, dia akan berpikir bahwa kondisinya seperti dimana kamu yang akan selalu memperhatikannya.
3. Ketiga
Dalam hubungan yang sehat akan merasa lebih bahagia ketika bisa memberi daripada menerima. Baginya ketika memberi dia dapat merasakan kebahagiaan tersendiri seperti dapat membuatmu senang dengan pemberiannya.
Sementara dalam hubungan toxic dia memberi disertai dengan rasa berjasa, dia akan meminta (baik secara halus maupun terus terang) apa yang akan dia terima setelah pemberian itu. Singkatnya, dia mengharapkan timbal balik darimu.
4. Keempat
Hubungan sehat akan ada kesan untuk ingin meluangkan waktu denganmu walau hanya sebentar, begitu pula denganmu. Hal ini dikarenakan adanya ketertarikan antara kamu dan dia sehingga menimbulkan respon yang baik antara keduanya.
Dalam hubungan toxic dia hanya akan menghubungi atau menemuimu ketika dia membutuhkanmu. Ini akan terasa bila seseorang yang sebelumnya tak mau tahu sama sekali atau barangkali tidak pernah mau berbicara denganmu kemudian mendekat karena alasan tertentu. Tentunya tidak nyaman ya, didekati hanya ketika dibutuhkan saja. Atau jika dalam suatu hubungan kekasih, pacarmu sangat sibuk hingga tidak meluangkan waktu untukmu. Padahal, bukan tentang seberapa sibuknya bukan? Jika kamu adalah prioritasnya maka sesibuk apapun dia akan memiliki waktu untukmu. Dia tidak menghubungi atau menemuimu di waktu luangnya tetapi justru dia yang meluangkan waktunya untukmu.
5. Kelima
Hubungan yang sehat akan menganggap kesalahan sebagai pelajaran untuk kedepannya agar lebih baik lagi. Akan lebih baik jadinya bila yang lalu biarlah berlalu.
Sementara dalam hubungan toxic cenderung mengingat kesalahanmu daripada kebaikan yang telah kamu lakukan. Kamu telah berusaha melakukan yang terbaik untuknya tetapi sekali lagi kamu melakukan kesalahan dia akan kembali mengungkit kesalahan-kesalahan lamamu. Padahal, yang namanya manusia tentu tidak luput dari kesalahan, jikalaupun berubah juga perlu membutuhkan proses yang pastinya tidak mudah karena tidak ada yang benar-benar instan didunia ini.
6. Keenam
Dalam hubungan yang sehat dia akan memberimu kebebasan, karena dia mengerti kamu juga punya duniamu sendiri.
Sementara dalam hubungan toxic dia ingin selalu dituruti, jika tidak maka dia akan marah. Nah untuk yang satu ini sering sekali terjadi pada pasangan ya. Padahal sebenarnya teman, sahabat atau pacar sekalipun tidak memiliki hak atas dirimu, terlebih kamu juga memiliki berbagai kesibukan yang tentunya berbeda-beda dengan mereka, hobi atau pekerjaan yang beda, jadi daripada melarang ini itu lebih baik mencoba untuk saling memahami.
7. Ketujuh
Hubungan yang sehat ketika kamu melakukan kesalahan dia akan memaklumi dan mengerti. Setelah itu bisa saja dia akan memintamu untuk tidak melakukan kesalahan yang sama kedepannya, seperti “iya aku maafin, tapi janji ya nggak ngulangin lagi demi kebaikan kita?”.
Tapi didalam hubungan toxic dia justru membalas perbuatan atau kesalahanmu yang sudah lalu. Dia ingin bukan hanya dia yang berada dalam posisi tersebut, dia juga ingin kamu merasakan hal yang sama.
8. Kedelapan
Hubungan yang sehat akan membuatmu selalu dapat terbuka dan jujur padanya, walau sedang bertengkar sekalipun. Karena dengan kamu terbuka berarti kamu percaya bahwa dia mampu menerima semua yang kamu ungkapkan walau dalam keadaan yang tidak baik.
Hubungan yang toxic justru membuat kamu menyimpan perasaanmu sendirian hanya untuk menyenangkan perasaannya. Bukankah itu membuatmu akan terus memendam perasaan yang akhirnya menimbulkan perasaan tidak nyaman? Padahal persoalan apapun itu akan lebih baik bila dapat diungkapkan dan dibicarakan bersama.
9. Kesembilan
Dalam hubungan yang sehat, dia akan menyukaimu dan segala kepribadianmu. Jikalau ada pertengkaran karena kepribadian atau sikap kalian yang berlawanan justru semakin membuat kalian saling mengerti dan memahami satu sama lain.
Dalam hubungan toxic dia hanya menyukaimu secara fisik sementara dia tidak bisa menerima kepribadianmu yang tidak sesuai dengannya. Ini juga cenderung terjadi pada hubungan asmara, jika kamu menemukan seseorang yang hanya menyukaimu dari segi fisik atau penampilan sebaiknya dihindari ya.

0 Response to "Perbedaan Antara Hubungan Sehat & Hubungan Toxic"
Post a Comment