Usia 20 Tahun Saatnya Untuk Dewasa


Dulu, ketika saya memasuki usia awal 20 tahun saya mulai memikirkan banyak hal. Bukan berarti sebelum memasuki usia 20 tahun saya nggak memikirkan ini itu, tapi beda banget rasanya dengan usia 20 tahun ini. Apa ada yang ngerasain hal yang sama seperti saya? Atau mungkin ada yang sepemikiran dengan saya?

Jadi dimana bedanya? Begini, ketika seseorang memasuki usia 20 tahun hal yang harus disadari pertama adalah “saya sudah berkepala dua”, saya masih ingat ketika awal memasuki usia 20 tahun itu rasanya bener-bener beda. Ada rasa sedih tersendiri ketika meninggalkan usia belasan tahun saat itu, saya mulai berpikir “Saya harus jauh lebih baik lagi dibanding saat usia belasan tahun!” itu yang pertama terlintas dibenak saya. Satu hal yang mesti kita tahu, usia memang nggak menjadi patokan seseorang untuk menjadi dewasa, tapi akan lebih baik bila sejak awal usia 20 tahun kita mulai merubah pola pikir kita, fokus pada tujuan yang akan dicapai satu persatu.

Ada beberapa orang yang bahkan sejak ia mengalami masa pubertasnya ia sudah dapat berpikir dewasa, ia benar-benar berpikir dengan matang, selain itu ia juga mampu mengelola emosinya dengan baik. Namun, ada beberapa orang yang bahkan mereka sudah tergolong masa dewasa awal yakni mulai usia 20-an tapi belum dapat berpikir dengan matang, masih suka bermain-main, nggak punya cita-cita, nggak punya impian, dan yang lebih parahnya lagi ketika ditanya “cita-cita kamu apa?” mereka menjawab “nggak tahu, lihat aja nanti kedepannya jadi apa”.  Wahh bener-bener kalau seperti ini ya.


Usia 20 tahun keatas adalah usia yang sibuk. Mengapa demikian? Karena pada usia inilah kita sibuk memikirkan dan menjalani banyak hal, ada banyak sekali yang harus kira rencanakan dan juga kita persiapkan. Disamping kita menjalani pendidikan kita juga dituntut untuk menjadi manusia yang siap pakai di kehidupan bermasyarakat, dengan jenjang pendidikan yang tinggi kita diharapkan mampu mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan sekitar yang tidak terpecahkan. Bukan berarti yang tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi itu tidak sibuk, semua sibuk. Ada banyak hal yang perlu dilakukan demi masa mendatang.

Meski tengah sibuk mempersiapkan diri menjemput segala impian dan juga cita-cita, selain itu diusia 20 tahunan seseorang juga mulai berpikir bagaimana agar bisa berpenghasilan sendiri, berpikir supaya nggak terus mengharapkan uang saku dari orang tua. Pada akhirnya seseorang itu akan berkarir, bekerja dibidangnya masing-masing dengan harapan dapat memiliki penghasilan, mampu menghidupi dirinya sendiri juga untuk meringankan tanggungan orang tua.

Tengah sibuk dalam berbagai kesibukan juga menuntut kita untuk dapat mengatur waktu dengan baik, jangan sampai karena memprioritaskan suatu kegiatan lalu kegiatan yang lain jadi terkendala ya.

Di usia yang sudah bukan untuk main-main lagi ini seseorang juga dituntut untuk bersikap lebih dewasa, mampu berpikir dengan baik dan matang, apa yang ia lakukan semata-mata nggak hanya untuk kesenangan belaka tetapi juga memberikan dampak kedepan. Ia juga mulai memikirkan perihal mencari pasangan hidup yang tentunya bukan untuk sekedar bermain hati melainkan lebih dari itu, teman hidup sampai menutup usia. Ini juga termasuk poin penting, kita ingin pasangan hidup yang bagaimana itu juga tergantung kita, kembali ke kita, bagaimana kepribadian kita. Karena jodoh adalah cerminan diri. Maka dari inilah kita juga belajar untuk semakin memperbaiki diri, meningkatkan kualitas diri.

Untuk itu cobalah sesekali beri waktu luang untuk dirimu sendiri, coba berpikir lebih dalam seperti berikut ini:

“Apa yang sudah kamu berikan untuk dirimu sendiri? Untuk keluargamu, orang-orang terdekatmu?”

Pertanyaan ini bukan untuk mengungkit apa yang telah kamu berikan, melainkan untuk mengintrofeksi diri sendiri sudah seberapa banyak peran yang kamu berikan untuk dirimu, keluargamu serta orang-orang terdekatmu. Jika kamu rasa masih belum cukup maka kamu perlu berperan lebih.

“Apa kamu sudah berusaha melakukan yang terbaik semampumu?”

Ada berbagai kegiatan yang kamu jalani disetiap harinya, lantas apakah kamu hanya melakukannya begitu saja dengan apa adanya? Atau mungkin kamu melakukannya hanya sebagai syarat atau karena tuntutan, bahkan disertai perasaan antara niat dan tidak? Nah ini dapat menjadi teguran atau bahkan tamparan untuk diri sendiri agar mampu berpikir maju. Perlu berpikir bahwa apa yang kita lakukan niscaya akan kembali pada diri kita, jika masih mampu melakukannya dengan lebih baik lantas mengapa masih melakukan yang hanya sekedarnya saja?

“Harus fokus pada tujuan utama, seperti cita-cita dan impian”

Setiap orang harus memiliki mimpinya, ataupun jika tidak memiliki mimpi kamu harus tahu tujuan utamanya kedepan bagaimana. Mengapa harus? Karena dengan begitu kamu akan fokus dalam menjalani kehidupanmu, kamu memiliki motivasi dan dalam hidupmu akan lebih terarah. Memang, apa yang kita rencanakan belum tentu dapat diwujudkan sepenuhnya, namun tentu saja tidak ada yang sia-sia dengan kerja keras. Selain itu, disamping kerja keras kita juga perlu berdoa menurut kepercayaan masing-masing. Karena kita bisa saja berencana, tetapi Tuhan lah yang menentukan semuanya.

Demikian ulasan mengenai usia 20 tahun keatas menurut saya. Jika masih ada yang kurang kamu bisa tambahin dengan komentar dibawah versi kamu ya. Terima kasih.

Feni Nurani Saya Feni Nurani, perempuan sederhana dengan sejuta impian.

0 Response to "Usia 20 Tahun Saatnya Untuk Dewasa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel